Renungan untuk para FaceBook-ers: “Akhi… Apa Susahnya Kau Hapus Akhwat dari Friendlist Facebookmu?”

17 11 2009

(di copast dari sini http://alashree.wordpress.com/2009/11/01/akhi-apa-susahnya-kau-hapus-akhwat-dari-friendlist-facebookmu/#comment-291)

Penyusun: Abu Muhammad Al-Ashri

Muraja’ah dan koreksi ulang: Ustadz Abu Ukasyah Aris Munandar

Akhi…

Bila kita sempatkan diri kita untuk membaca sejarah hidup para pendahulu kita yang shalih mulai dari masa shahabat hingga para ulama salafi, niscaya kita dapati akhlak, adab, dan ketegasan mereka yang menakjubkan. ‘Kan kita jumpai pula indahnya penjagaan diri mereka dari aib dan maksiat. Merekalah orang-orang yang paling bersegera menjauhi maksiat. Bahkan, sangat menjauh dari sarana dan sebab-sebab yang mendorong kepada perbuatan maksiat.

Bila kita membaca kehidupan anak-anak atau para remaja di masa salaf, niscaya kita dapati mereka adalah darah-darah muda yang tampak kecintaannya terhadap din, semangatnya dalam membela al-haq, dan sikap bencinya kepada perbuatan dosa. Maka, kita dapati mereka di usia muda, sudah memiliki hafalan Al-Qur’an, semangat yang besar untuk berjihad, dan kecerdasan yang menakjubkan.

Sebaliknya, sungguh sangat sedih hati ini. Tidakkah kita merasakan bahwa kaum muslimin saat ini terpuruk, terhina dan tidak berdaya di hadapan orang-orang kafir, padahal jumlah kita banyak? Lihatlah diri kita! Bandingkan diri kita dengan para pemuda di masa salaf! Akhi… saya, antum, kita semua pernah bermasiat. Namun, sampai kapan kita bermaksiat kepada-Nya?

.

Saya tidak mengharamkan antum berdakwah kepada wanita, karena Nabi pun berdakwah kepada wanita!

Saya pun tidak mengharamkan muslim atau muslimah memanfaatkan facebook, karena untuk mengharamkan sesuatu membutuhkan dalil.

Siapa yang melarangmu mendakwahi mereka akhi…?

Bahkan, dulu kumasih berprasangka baik padamu bahwa kau ‘kan dakwahi teman-teman lamamu, termasuk para wanita itu…

Namun, yang terjadi adalah sebagaimana yang kau tahu sendiri…

Tak perlu kutulis…

Karena kau pasti tahu sendiri…

.

Catat! Tak kubuka friendlist FB-mu karena aku tak mencari-cari aibmu…

Namun, tidakkah kau sadar bahwa FB itu sangat-sangat terbuka?

Hingga dirimu sendiri yang tak sadari…

Bahwa tingkah lakumu pada para akhwat itu,

Dapat dilihat kawan-kawanmu yang lain, termasuk diriku…

Yang inilah sebab yang mendorongku menorehkan pena dalam lembaran-lembaran ini…

Duh….

Betapa sering Allah menutupi aib seorang hamba…

Namun dirinyalah sendiri yang membongkar aibnya…

Read the rest of this entry »





Masuk Islam Karena Mendengarkan Khutbah al Hajah

27 01 2010
Kisah ini disebutkan Imam Al Baihaqqi dalam kitaab Shohihu shirah dan di shahihkan oleh Syaik Al Albani rahimahullah, tentang Keislaman Dimaad, pemuda dari suku Azad Syanuu’ah.
Ia pergi meninggalkan negerinya dan mendatangi Mekkah. Saat itu Nabi masih diawal awal dakwah. Saat ia di Mekkah ia mendengar orang bodoh Mekkah mencela Nabi Muhammad shalallahu ‘alayhi wasallam, ”Sesungguhnya Muhammad itu orang gila”. Dimaad adalah seorang yang memiliki kemampuan meruqyah, mengobati guna guna, santet, dan semacamnya. (Bayangkanlah, seorang musyrik punya keahlian seperti ini?!)
Ketika mendengar ucapan ucapan orang orang mekkah ini, Dimaad berkata, “Aina hu? La ‘alallahu ay Yasyfiyahu ay yadayya.. ” Mana dia (Nabi Muhammad shallahu ‘alayhi wasallam)? Semoga Allah menyembuhkannya dari kedua tanganku”

Read the rest of this entry »





Internet marriages and getting to know the other!- Sheikh Ubayd al-Jaabiree

18 01 2010

Long time i didn’t see my sent item in my email, i found this link, good link that has forwarded to me, but I never really care what is this about untill today.  Let me co-past the content. Again, about marriage ^ ^

from http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=10&Topic=6009

11th May 2007
Sheikh Ubayd al-Jaabiree spoke against those Muslim men and women who use the internet to find a partner. He said there are amongst some men whose hearts there is a disease and who are cursed by Allaah such that they enter amongst forums specific for women with female names and start chatting with sisters and even if it is for da’wah for they deceive the people around them and then ask them for marriage etc.

Read the rest of this entry »





Waktu-Waktu Mustajab untuk Berdoa

17 01 2010

Abu Al-Jauzaa’

1. Sepertiga malam terakhir.

Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Rabb kita turun pada setiap malam ke langit dunia saat tersisa sepertiga malam yang terakhir. Lalu Ia berfirman : ‘Siapa saja yang berdoa kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan, siapa saja yang meminta kepada-Ku niscaya akan Aku berikan. Siapa saja yang meminta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni”.[1]
Read the rest of this entry »





Menikahnya Seorang Pelajar di Universitas

3 01 2010

Dewasa ini, seriiiiiiiiiing sekali kita menemukan baik pemuda maupun pemudi, mahasiswa maupun mahasiswi yang menunda pernikahan mereka karena alasan studi. Baik penundaan itu adalah alasan dari dirinya sendiri, maupun dari orang tuanya. Untuk alasan yang terakhir ini, semoga Allah melunakkan hati orang tuanya agar ia mendapat izin untuk segera menikah. Amin.. amin amin.. Hehe..
Apakah Menikah itu menjadi penghalang utuk menuntut ilmu? Karena kemungkinan mayoritas para pemuda dan pemudi (yang tidak segera menikah) beralasan demikan? Dan apa pendapat anda terhadap nikahnya seseorang pelajar yang masih belajar di universitas?

Read the rest of this entry »





Bikin White Daisy dengan aplikasi Paint Shop Pro 8

24 12 2009

Alhamdulillah…. kecintaan saya pada bunga White daisy yang sederhana simpli, apa adanya dan tampak tidak wangi ini memang aneh.. Suka banget pokoknya. Searching searching, akhirnya nemu tekhnik membuat white daisy digitally.. Here’s the tehnique… tunggu COrell Versionnya

This tutorial was written July 9, 2003 using Paint Shop Pro 8. It is assumed that you have been working with PSP 7 or another version of PSP and have some familiarity with the program.

If you do not already own Paint Shop Pro 8, you may purchase it or download a trial version of PSP 8 HERE.

The purpose of this tutorial is to familiarize you with several of the PSP 8 tools and their use, particularly the Mesh Warp tool. You will create a marguerite daisy which will utilize the tools listed below.

The PSP8 tools that you’ll be using are:

Preset Shapes:
Pen:
Object Selection:
Paint Brush:
Smudge:
Push:
Soften:
Lighten/Darken:
Mesh Warp:
Deform:
************************************************
To begin, open a 500×500 transparent canvas. Do a Save As and name your image ‘Daisy’ or whatever you like.

Get your Preset Shape tool and select Flower 4. Use the following settings: Anti-alias and Create as vector = checked; Line Style = #1 Solid; Width 1; Miter limit = 10. Your Preset Shape Toolbar should look like the following:

Set your Background color to #FDFAED and your Foreground to Null. With your Preset Shape tool draw out a nice large flower. We’ll resize it later and also work on the color later. The main thing is to not use white as the color as that would be too stark. This is what you should now have:

Click on your Pen Tool – we’re going to do some node editing. Make sure that Simple Mode is checked and the first Mode tool, the Arrow, is highlighted. Pick a node at the tip of any petal and click on it. You’ll get an arrow pointing counter clockwise. Right click on that node and then select Node Edit>Cusp.

Next hold your cursor over the Arrow tip and pull it down and toward the petal. Then do the same with the other end. You want to have more of a point at the end of the petal:

Adjust the nodes the same way for each of the flower’s petal tips. Next click on each of the nodes in the center and move them in a bit. This doesn’t have to be perfect as there will eventually be a color center added later.

Click on your Object Selection Tool and when you see the bounding box around the flower, right click and select ‘copy’.

Next, go to your Layer Palette and add another Vector Layer. Then add another Vector Layer above that one so you have three Vector Layers. Notice that the boxes should look like the ones in your Vector 1 layer.

Make sure that Vector 2 layer is highlighted. Then go back to your canvas and right click>Paste as New vector selection. Position it over the first flower. Next, click on Vector 3 layer to activate it and ‘Paste as New vector selection’ again. This is what your Layer Palette should look like:

Now we need to do something about moving each of those two new vector flowers so it will begin to look more like a flower. Since the Vector 3 layer is highlighted, let’s start with that one. If you do not see the bounding box, make sure you have your Object Selection tool active and click on the flower. Hold your cursor near the handle in the middle around the solid square until you see the two arrows. Then left click and start rotating your flower so that the petals will fill in some of the space between the Vector 1 petals.

Next, click on the Vector 2 layer to make it the active layer. Repeat the steps you followed with Vector 3 layer and rotate this layer so that more of the space between the petals is filled with the Vector 2 petals. Again, this does not have to be exact:

That’s all the vector work and node editing for this flower! Now we’re going to work on making the petals look more realistic. Let’s start with the Vector 1 layer first. Hide the other two vector layers by clicking on the eye in your layer palette. Highlight Vector 1 Layer and then right click>Convert to Raster Layer. Now go to Selections>Select All then Selections>Float.

Get your Lighten/Darken tool and use the following settings: Select the first brush tip, + Default; Shape = round; Size = 8; and use the rest of the Default settings. The key to using the new Lighten/Darken tool is that you use the left mouse to Lighten and the right mouse to Darken. OK, start by painting some strokes with the Lighten tool but don’t lighten all of the petal areas. Again, don’t worry too much about the center as it will be covered later. Your flower may look something like this:

Now it’s time to do a little blending. Get your Smudge tool and use the following settings: brush tip = +Default; Shape = round; Size = 40; Hardness = 40; Step = 25; Density = 68; Thickness = 100; Rotation = 0; Opacity = 35; Sample merged = unchecked:

Move your Smudge tool up and down each petal to blend the lighter color in with the base color. Again, this is only to blend the two shades but not to make the petal a ’solid’ lighter color.

Now we need to make a darker, but pale line down the center of each petal. Get your Lighten/Darken tool again and change the Size to 4. Then right click and draw a line down the middle of each petal. Again, don’t try to make it perfectly straight. Once you’ve done that, get the Smudge tool again and go over the line to make it less pronounced. This time use a series of short strokes from the outer edge toward the line. This will smudge some of your lighter color on the line which will make it look more like the top part of the petal. When you are satisfied with that flower layer, go to Selections>Select none.

We’re going to follow the same steps on each of the other two vector layers. You may wonder why we don’t just duplicate the layer we’ve just completed. The reason is that we want each layer of petals to be different based on how we apply the Lighten/Darken tools and also how we smudge them. This will make for a more realistic looking flower. Your flower will look something like this after you’ve completed each of the layers:

OK, now it’s time for some fun! Hide the top two flower layers. Then get your Mesh Warp tool. (It’s in the Deform tool fly-out.)

Use the following settings: Mesh horizontal = 9; Mesh vertical = 9; Show grid = checked; Edge mode = Background; Draft quality = High; Final apply = checked.

To give the points some curve put your cursor over on of the square nodes, left click and drag a bit to the left or right. You may then want to adjust some of the other nodes near the tip of the flower. Continue making your Mesh Warp adjustments to each of the petals. When you are done, click on the check mark on the left in the Mesh Warp toolbar.

Now hide this layer and make the second flower layer active. Follow the same Mesh Warp steps on this flower, then do the same with the third layer of the flower. When you unhide all the layers some petal tips may overlap. That is okay as it’s natural looking. Your flower may now look something like the one below. Just remember, at this point your flower is big enough to be a giant chrysanthemum and we will be reducing it later for your daisy!

Let’s add a slight drop shadow on the top and second layers. Start with the top layer and use the following settings: Vertical and Horizontal = 0; Opacity = 45; Blur = 3; Foreground color = #C0C0C0; Shadow on new layer = unchecked.

Now that we have all the petal work done it’s time to reduce our flower. First open your Layer Palette and make sure that the bottom layer is hidden. Then highlight one of the flower layers and go to Layers>Merge all visible. Next, get your Deform Tool and you will see the bounding box around your flower. We’re going to use the Deform Tool to resize this in order to preserve the details of the base. Right click on the bottom left node and drag the box inward until you have a smaller size – more like a real daisy. Once you have the size you want, hold your cursor over the center of the flower until you see the ‘x’ appear. Then left click and reposition the box to the center of your canvas. If you have turned on your Rulers (View>Rulers) you will line this up at the 250 mark for both the vertical and horizontal positions. Once it’s centered, double click to complete the deformation and then click on another tool to remove the bounding box.

The next step is to add the center to the flower. Add a Raster Layer. Change your Foreground color to a nice deep golden color. I’ve used #D29F06. Get your Paint Brush, click on the Presets arrow on the left of your Brush Toolbar and click on the Default arrow as shown below. Then use the following settings, or whatever settings that will work best for you: Shape = round; Size = 80; Hardness = 70; Step = 25; Density = 100; Rotation = 0; Opacity = 100; Blend Mode = Normal.

Center your Paint Brush over the middle of the flower and click once. Next, go to Adjust>Add/Remove Noise>Add Noise with these settings: Gaussian = checked; Noise = 15; Monochrome = checked.

Change your Foreground color to a medium brown, such as #805A19. Add a Raster Layer. Change your Paint Brush size to 25 and the Hardness to 50. Center your brush in the middle of your flower and click once, then apply the Noise with the same settings as before.

Add a Raster Layer. Change your Brush size to 4 and put some nice little dots around your daisy center. Then apply the Noise once again but change the Noise to 25.

Hide all the layers except your three flower center layers. Then merge visible the gold and brown flower center layers. Get your Push Tool and use the following settings: +Round05; Shape = circle; Size = 2; Hardness = 100; Step = 25; Density = 100; Thickness = 100; Rotation = 0; Opacity = 39.

Go to View>Zoom and increase the size one or two times. Then, using your Push tool, start making little strokes from the edge of the flower center out. Go all around the outer edges. Then push some toward the little ’seeds’ from both sides of the row of seeds. Finally, push some paint toward the brown center. To see how it looks unhide the flower layer. If you need to make any adjustments this will show you where. You will be able to see if you need to add more or push some back toward the edge. This is how my daisy now looks:

Now all you need to do is Merge>Merge all Visible. Then go to Edit>Copy, Edit>Paste as New Image. Then File>Export as Picture Tube. You can use your daisy in different sizes and can add stems and leaves to create your graphic. Here’s a graphic I’ve done where I’ve added some stems and leaves. I find it easiest to put each element on a separate layer. Each stem is on a raster layer right below its flower. I also placed my leaves on separate raster layers.

************************************************

(dari http://www.bjwebart.com/daisy.html) ^ ^

Tunggu versi CorelDRAW nya ya…!!





Ibnul Qoyyim bersyair Tentang Surga

11 12 2009

يا خاطب الحور الحسان وطالبا لوصالهـن بـجنة الحيوان
Wahai peminang bidadari yang cantik jelita dan mencarinya, agar dapat bersanding dengan mereka di syurga negeri kehidupan
أسرع وحث السير جهدك انما مسراك هذا ساعة لزمان
Bergegaslah dan cepatlah berjalan dengan kesungguhanmu, lantaran waktu perjalananmu itu hanya sesaat dari zaman
هي جنة طابت وطاب نعيمها فنعيمها باق وليس بفان
Ialah syurga yang indah dan lezat kenikmatannya, dikarenakan kenikmatannya akan tetap ada dan tidak kehabisan
وبناؤها اللبنات من ذهب وأخرى فضة نوعان مختلفان
Bangunannya adalah batu bata yang terbuat dari emas, serta yang lain dari perak, dua jenis yang berbeda
سكانها أهل القيام مع الصيام وطيب الكلمات والاحسان
Penghuninya merupakan orang-orang ahli qiyam dan shiyam, serta yang baik tutur kata lagi gemar berbuat kebajikan
للعبد فيها خيمة من لؤلؤ قد جوفت هي صنعة الرحمن
Didalamnya seorang hamba memiliki kemah yang terbuat dari mutiara yang telah dilubangi, itu adalah ciptaan Ar-Rahman
أنهارها في غير أخدود جرت سبحان ممسكها عن الفيضان
Sungai-sungai mengalir, didalamnya tidak hanya satu parit, Maha Suci Dzat yang menahannya dari banjir
من تحتهم تجري كما شاءوا مفجــرة وما للنهر من نقصان
Dibawah merekalah ia mengalir sesuka hati mereka, yang terpancar deras serta tidaklah sungai itu memiliki kekurangan
ولقد أتى ذكر اللقاء لربنا الــرحمن في سور من القرآن
Dan sunggguh telah datang penyebutan tentang pertemuan dengan Rabb kita, Yang Maha Pengasih dalam surat-surat al-qur’an
أو ما سمعت منادي الايمان يخــبر عن منادي جنة الحيوان
Tidakkah engkau mendengar penyeru kepada keimanan, yang menceritakan akan ada penyeru di syurga negeri kehidupan?
يا أهلها لكم لدى الرحمن وعــد وهو منجزه لكم بضمان
“Wahai penghuni syurga, kalian mempunyai di sisi Ar-Rahman, sebuah janji, kini Dia kan menunaikannya kepada kalian sebagai jaminan
قالوا أما بيّضت أوجهنا كذا أعمالنا ثقلت في الميزان
Mereka menjawab;”Bukankah Engkau telah menjadikan wajah-wajah kami putih berseri, juga amalan-amalan baik telah Engkau beratkan dalam timbangan”
وكذاك قد أدخلتنا الجنات حيــن أجرتنا حقاً من النيران
“Begitu pula Engkau telah memasukkan kami kedalam syurga-syurga, kala Engkau benar-benar menyelamatkan kami dari api neraka”
فيقول عندي موعد قد آن أن أعطيكموه برحمتي وحناني
Maka Dia berfirman:”Aku memiliki suatu janji, telah tiba waktunya Aku memberikannya kepada kalian dengan rahmat dan kasih sayang-Ku”

فيرونه من بعد كشف حجاب ه جهرا روى ذا مسلم ببيان
Lantas, merekapun melihat-Nya dengan mata kepala, setelah Dia menyingkap hijabNya, sebagaimana ini diriwayatkan oleh Muslim dengan jelas
وإذ رآه المؤمنون نسوا الذي هم فيه مما نالت العينان
Dan apabila orang-orang mu’min memandang-Nya , lupalah apa yang mereka ada didalamnya dari segala apa yang pernah diraih oleh kedua mata
والله ما في هذه الدنيا ألذ من اشتياق العبد للرحمن
Demi Allah, tidaklah ada didalam dunia ini suatu yang lebih lezat, daripada kerinduan seorang hamba kepada Sang Ar-Rahman
وكذاك رؤية وجهه سبحانه هي أكمل اللذات للانسان
Begitu juga memandang wajah-Nya, Maha Suci Dia, itu merupakan kelezatan yang paling sempurna bagi seseorang
لله سوق قد أقامته الملائكة الكرام بكل ما احسان
Allah memiliki bazar yang didirikan oleh para malaikat yang mulia dengan segala bentuk kebaikan

فيها الذي والله لا عين رأت كلا ولا سمعت من اذنان
Didalamnya, demi Allah mata tidak pernah melihatnya sama sekali, dan tidak pula didengar oleh kedua telinga
كلا ولم يخطر على قلب امرئ فيكون عنه معبرا بلسان
Tidak sekali-kali, dan tidak pernah terlintas oleh hati seseorang, sehingga dia bisa mengungkapkannya dengan lisan
واها لذا السوق الذي من حله نال التهاني كلها بأمان
Dan itulah, orang yang memiliki bazar lalu menempatinya akan mendapatkan ucapan-ucapan selamat dengan aman sentosa
يدعى بسوق تعارف ما فيه من صخب ولا غش ولا أيمان
Dia dipanggil di bazar untuk saling mengenal, tidaklah didalamnya ada keributan, tidak pula kecurangan serta umbaran sumpah
هذا وخاتمة النعيم خلودهم ابدا بدار الخلد والرضوان
Inilah, dan akhir kenikmatan adalah keabadian mereka selama-lamanya didalam negeri keabadian dan keridhoan
يا رب ثبتنا على الايمان واجــعلنا هداة التائه الحيران
Wahai Rabb ku, teguhkanlah kami diatas keimanan dan jadikanlah kami pemberi petunjuk bagi orang yang sesat lagi kebingungan
وأعزنا بالحق وانصرنا به نصرا عزيزا أنت ذو السلطان
Dan muliakanlah kami dengan kebenaran serta tolonglah kami atasnya dengan pertolongan yang mulia, Engkau lah pemilik kekuasaan
وعلى رسولك أفضل الصلوات والتــسليم منك وأكمل الرضوان
Dan atas rosul-Mu seutama-utama sholawat dan salam dari-Mu serta keridhoan yang paling sempurna
وعلى صحابته جميعا والألى تبعوهم من بعد بالاحسان
Juga atas para sahabatnya keseluruhan serta orang-orang yang mengikuti mereka setelahnya dengan kebaikan





Menarik kembali email yang sudah terkirim

10 12 2009

(copied from http://www.katamutiara.info/tntisi.php?id=9)

Kadang karena suatu hal kita ingin menarik kembali email yang sudah terkirim ke orang lain. Kita dapat melakukannya pada Microsoft Outlook terutama bila message yang terkirim belum dibaca oleh penerima.

# Caranya: Buka message yang telah terkirim pada folder “sent items” dengan double klik.
# Pilih menu “Action > Recall this message”
# Pada “Recall this message dialog box” pilih “Delete unread copies of this message” klik OK.
# Microsoft Outlook akan memberikan laporan apakah recall telah berhasil atau gagal. Apabila recall tersebut gagal, kemungkinan besar adalah karena message tersebut telah dibaca oleh penerima. Cancel da Email





Untuk Ikhwan Yang Hendak Ta’aruf sama Akhwat : Hati hati, Anda Sedang Berurusan Dengan Ciptaan-Nya Yang Paling Perasa; Jangan Lukai Mereka

30 11 2009

(Ngo-past dari notes di facebook, dengan sedikit perubahan pada judulnya,  http://www.facebook.com/note.php?note_id=147396708462&id=1761687459&ref=mf)

Bismillah…
Izinkan aku bicara dari hati seorang wanita, yang mungkin bisa mewakili suara saudara-saudaraku, para akhwat pada umumnya.
Proses ’ta’aruf’ merupakan suatu proses awal menuju proses selanjutnya, yaitu khitbah dan akhirnya sebuah pernikahan. Memang tidak semua sukses sampe tahap itu. Sang Sutradaralah yang mengatur. Semua adalah skenario dan rekayasaNya. Manusia hanya berencana dan ikhtiar, keputusan tetap dalam genggamanNya. Tapi kita manusia juga diberi pilihan. Hidup adalah pilihan. Mau baik ato buruk, mau syurga or neraka, mau sukses ato gagal, semua adalah pilihan. Namun tetap Allah Yang Maha Menentukan.

Aku ingin titip pesan pada para ikhwan yang sdh memutuskan hendak melontarkan perkataan ’ta’aruf’ pada seorang akhwat;
Bagi para ikhwan, pikirkanlah baik-baik, matang-matang, dan masak-masak sebelum menawarkan sebuah jalinan bernama ta’aruf. Jangan mudah melontarkannya jika tak ada komitmen dan kesungguhan untuk meneruskannya. Mengertilah keadaan akhwat. Antum tahu, bahwa sifat kaum hawa itu lebih sensitif. Akhwat mudah sekali terbawa perasaan. Disadari atau tidak, diakui atau tidak, akhwat adalah makhluk yang kadang mudah sekali GeEr, suka disanjung, suka diberi pujian apalagi diberi perhatian lebih.

Jadi saat kata ta’aruf atau mungkin khitbah itu keluar dari lisan seorang lelaki baik dan sholih seperti antum, tak ada alasan bagi akhwat untuk menolak. Karena jika akhwat menolak tanpa alasan yang jelas, maka hanya fitnah yang ada. Jadi, tolong tanyakan lagi pada diri antum, apakah kata-kata itu memang keluar dari lubuk hati antum yang terdalam? Apakah antum sudah memohon petunjuk kepada yang Maha Menguasai Hati? Apa antum benar-benar siap (ilmu, iman, mental, fisik, materi, dll) untuk menjalin ikatan suci bernama pernikahan? Sekali lagi, berhati-hatilah dengan kata ta’aruf. Karena ta’aruf adalah gerbang menuju pernikahan.

Proses ’ta’aruf’ menuju pernikahan memerlukan sebuah rentang waktu tertentu. Bila diibaratkan ta’aruf adalah pintu halaman ruman antum dan pernikahan adalah pintu rumah antum, kemudian timbul pertanyaan, berapa jauhkah jarak pintu gerbang menuju pintu rumah antum? padahal selama perjalanan akan banyak cobaan menghadang. Bunga-bunga indah di halaman rumah antum bisa membuat akhwat terpesona. Kolam ikan yang indah juga membuat akhwat terlena. Ingin sekali akhwat memetiknya, ingin sekali akhwat berlama-lama di sana menikmati keindahan dan kenikmatan yang antum sajikan. Tapi tdk berhak, karena belum mendapat izin dari si empunya rumah.

Akhwat ingin segera mencapai sebuah keberkahan, tapi di tengah jalan antum menyuguhkan keindahan-keindahan yang membuat akhwat lupa akan tujuan semula. Lebih menyakitkan lagi jika antum membuka gerbang itu lebar-lebar dan akhwatpun menyambut panggilan antum dengan hati berbunga-bunga. Tapi setelah akhwat mendekat dan sampai di depan pintu rumah antum, ternyata pintu rumah antum masih tertutup. Bahkan antum tak berniat membukakannya. Saat itulah hati akhwat hancur berkeping-keping. Setelah semua harapan terangkai, tapi kini semua runtuh tanpa sebuah kepastian. Atau mungkin antum akan membukakannya, tapi kapan? Antum bilang jika saatnya tepat. Lalu antum membiarkan akhwat menunggu di teras rumah antum dengan suguhan yang membuat akhwat kembali terbuai, tanpa ada sebuah kejelasan. Jangan biarkan akhwat berlama-lama di halaman rumah antum jika memang antum tak ingin atau belum siap membukakan pintu untuknya. Akhwat akan segera pulang karena mungkin saja salah alamat. Siapa tahu rumah antum memang bukan tempat berlabuhnya hati mereka. Ada rumah lain yang siap menjadi tempat bernaung mereka dari teriknya matahari dan derasnya hujan di luar sana. Mereka tak ingin mengkhianati calon suami mereka yang sebenarnya. Di istananya ia menunggu calon bidadarinya. Menata istananya agar tampak indah. Sementara mereka berkunjung dan berlama-lama di istana orang lain.

Akhi, sebelum ijab qobul itu keluar dari lisan antum, cinta adalah cobaan. Cinta itu akan cenderung pada nafsu. Cinta itu akan cenderung untuk mengajak berbuat maksiat . Itu pasti! Langkah-langkah syetan yang akan menuntunnya. Kita tentunya tdk mau memakai label ‘ta’aruf untuk membungkus suatu kemaksiatan bukan? Hati-hatilah dengan hubungan ta’aruf yang menjelma menjadi TTM (Ta’aruf Tapi Mesra). Tolong hargai akhwat sebagai saudara antum. Akhwat bukan kelinci percobaan. Akhwat punya perasaan yang tidak berhak antum buat ’coba-coba’. Pikirkanlah kembali. Mintalah petunjukNya. Jika antum memang sudah siap dan merasa mantap, segera jemput mereka.

Dan satu lagi yang perlu antum perhatikan adalah bagaimana cara antum menjemput. Tentunya kita menginginkan kata ’berkah’ di awal, di tengah, sampai di ujung pernikahan kan? Hanya ridho dan keberkahanNya lah yang menjadi tujuan. Pilihlah cara yang tepat dan berkah. Antum sudah merasa mantap pada akhwat itu. Antum yakin seyakin-yakinnya bahwa dialah bidadari yang akan menghias istana antum. Tapi antum tidak menggunakan cara yang tepat untuk menjemputnya. Sama halnya jika antum yakin dan mantap untuk menuju Surabaya. Tapi dari Jakarta antum salah memilih kendaraan, akibatnya antum gak akan pernah sampai ke Surabaya, malah nyasar. Ato kendaraannya sudah bener tapi nggak efektif. Terlalu lama di perjalanan. Masih keliling-keliling dulu. Akhirnya banyak waktu terbuang percuma selama perjalanan. Jadi, antum juga harus memikirkan cara yang baik/ahsan, tepat dan berkah agar bahtera rumah tangga antum berjalan di atas ridho dan keberkahanNya.

Semoga pesan ini bisa menjadi bahan renungan antum, para ikhwan, calon qowwam kami (para akhwat) dalam mengarungi bahtera rumah tangga Islami yang akan melahirkan generasi penyeru dan pembela agama ALLAH. Akhirnya aku minta maaf, afwan jiddan bila dalam pesan ini ada hal-hal yg kurang akhsan..

Terilhami dari : http://akhwatzone.multiply.com
Disadur dari: http://umuazzam.multiply.com/journal/item/38 dengan sedikit gubahan.





Kalangan Habaib Serukan Untuk Tidak Merayakan Maulid Nabi!

28 11 2009

Jajaran Ulama dari kalangan Habaib menyerukan Ahlul Bait Rasulullah untuk tidak memperturuti hawa nafsu mereka. Karena Perayaan yang mereka sebut dengan “Maulid Nabi” dengan dalih “Cinta Rasul”, dan berbagai acara yang menyelisih syari’at, yang secara khusus dimeriahkan/ diperingati oleh sebagian anak keturunan Nabi yang mulia ini jelas merupakan sebuah penyimpangan, dan tidak sesuai dengan “Maqasidu asy-Syar’I al-Muthahhar” (tujuan-tujuan syariat yang suci) untuk menjadikan ittiba’ (mengikuti) kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai standar utama yang dijadikan rujukan oleh seluruh manusia dalam segala sikap dan perbuatan (ibadah) mereka.

Read the rest of this entry »





Buku Wajib Penuntut Ilmu Syar’i

28 11 2009

Bismillah..

Terkadang kita yang Walhamdulillah, ketimpa hidayah dari Allah untuk menuntut ilmu syar’i kebingungan mesti mulai dari mana untuk mempelajari ilmu ilmu syar’i tersebut.  Kitab kitab apa yang mesti di punyai, apakah aqidah atau belajar nahwu, hadis.. bingunnng…

Demikian kitab kitab yang WAJIB bagi seorang penuntut ilmu untuk mempelajarinya. Dapat dari milis AsSunnah.  Semoga bermanfaat.

  1. 1. TAJWID/QIRO’AH
  • At-Tibyan (Karya An-Nawawi).
  • Ahkamut Tajwid wa Fadhoil Qur’an (Karya Syaikh Muhammad Abdul ‘Alim).
  • Tamhid fi ‘Ilmit Tajwid (Karya Imam Ibnul Jauziy).
  • Ahkam Qiro’ah Qur’an (Karya Syaikh Mahmud Kholil Al-Hashriy).

    Read the rest of this entry »