Susunan Fi’il Fail dan Tauhid Rububiyah (لِكُلِّ فِعْلٍ فَاعِلُهُ)

Bismillah

Kata Kerja/Verb/Fi’il (فعل)

Salah satu keunikan bahasa arab terletak pada Fiil (فعل) /Kata kerja nya.

Kalau dalam bahasa indonesia kata kerjanya hanya menunjukkan pekerjaan saja. Kata “pergi” misalnya. Pergi ya pergi saja. Entah yang pergi laki laki, perempuan, sendirian berdua atau beramai ramai, atau kemaren, besok, atau sekarang tidak diketahui. Begitu juga bahasa inggris. Tapi kata kerja dalam bahasa inggris masih bisa menujukkan keterangan waktunya, lampau, sekarang atau di masa datang.

arabic-writing2

Tidak seperti kata kerja dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, sebuah kata kerja pada bahasa arab sudah bisa dipastikan jenis pelakunya dan jumlahnya. Apakah ia lelaki, atau perempuan, sendirian, berdua atau beramai ramai. menarik ya?!

Tidak satu kata kerja pun dalam bahasa arab, baik dia kata kerja yang menunjukkan waktu lampau (Fi’il Madhi), atau sekarang dan akan datang (Fi’il Mudhari) kecuali ‘menempel’ padanya identitas pelaku (Fa’il). Coba saja cek tasrif lughowi

Adalah pernyataan yang senantiasa diulang ulang oleh guru guru bahasa arab saya sewaktu di jogja ~hafidzahunnalloh~, “Setiap Fiil itu pasti ada Fa’ilnya..” atau “Fiil pasti membutuhkan Fail” entah dalam bentuk kata ganti yang tersembunyi atau isim yang tampak (dzohir)  (Setiap kata kerja ada pelakunya disitu..) Pokoknya fi’il dan fa’il adalah sesuatu yang tak terpisahkan. Dimana ada fiil, pasti dia punya fail.

Setiap Pekerjaan PASTI Ada Pelakunya

Maha Suci Allah yang memilih bahasa arab sebagai bahasa AlQur’an yang  dari bahasanya saja mereka bisa diajak berfikir bahwasanya Pencipta itu ada. Buktinya?

لِكُلِّ فِعْلٍ فَاعِلُهُ

Setiap pekerjaan pasti ada pelakunya. Perkataan ini bukan cuma dalam perkara nahwu tapi ternyata berlaku dalam kehidupan. ‘Rumus dasar’ fiil-fail ini tentu memudahkan bangsa arab menerima konsep ciptaan dan pencipta. Setiap pekerjaan pasti ada pelakunya. Dan pekerjaan Maha Indah tanpa cacat dan cela adalah bumi dan seisinya, bahkan pada diri manusia itu sendiri

مَّا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِن تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِن فُطُورٍ

“Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” Qs. Al Mulk [67]:3

Berkata salah seorang penyair:

 | و في كلّ شيئ له آية

تدل على أنّه واحد

Didalam segala sesuatu terdapat bukti

Yang menunjukkan Dia adalah Esa

Penutup

Well,  pastinya  Pak Charles Darwin yang notabene seorang evolusionist tidak belajar bahasa arab.. : D

Diselesaikan 10 Safar 1434, 25 desember 2012

Bumi Hijau Kalimantan

————————————————————————————–

Sumber sumber:

1. Buku الثقافة الإسلمية – المستوى الثالث

2. Sudah Benarkan Aqidah Kita? (Al Irsyad ilaa Shahih al I’tiqood) Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan -hafidzahullah-

About these ads

3 thoughts on “Susunan Fi’il Fail dan Tauhid Rububiyah (لِكُلِّ فِعْلٍ فَاعِلُهُ)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s