Beruntungnya Dekat Dengan Orang Shalih dan Berilmu

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dan Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam

Anas bin Malik adalah pelayan Rasulullah yang dibawa kepada beliau shalallahu ‘alayhi wasallam oleh ibunya, Ummu Sulaim ketika berumur 10 tahun. Sejak pertemuan pertamanya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Anas langsung jadi orang terdekatnya. Ia tak sekadar jadi pembantu setia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lebih dari itu, ia seakan menjadi “asisten pribadi” beliau. Sebagai asisten pribadi, pasti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhususkan Anas dalam masalah-masalah tertentu yang tak diketahui sahabat lainnya. Continue reading

Mumpung masih di Dunia (Nashihat Terbaik – Jika Masih Ada Kehidupan di dalam Hati)

547559424_2a14cbc6a0

Hasan al-Bashri, seorang imam besar para tabi’in melihat seorang kakek mengantar jenazah. Setelah pengubura itu, Hasan berkata kepadanya, “Pak tua, aku bertanya dengan nama Tuhanmu. Apakah kamu mengira mayit ini ingin dikembalikan ke dunia, sehingga dia bisa berbekal dengan amal … Continue reading 

Do’a Sebelum Tidur – Dari Seorang Shahabat

Tidak sengaja menemukan secarik kertas, dengan tinta biru yang sebagiannya sudah kabur karena luntur, tulisan yang sangat khas dari salah seorang shahibati,

Ujian dalam belajar tentu ada, jatuh bangun semangat adalah hal biasa
Namun merindukan syurga tanpa usaha sama dengan dusta
Jika waktu kita habis untuk memperbaiki satu kelemahan, kita tentu rugi adanya
Maka, jangan lemah.. minta pertolongan pada-Nya. Continue reading

Surat Dari Generasi Terdahulu (untuk Generasi Sekarang)

Sufyan At tsauri rahimahullah menulis surat kepada ‘Abbad bin ‘Abbad Al-Khawwash rahimahullah:

Amma ba’du. Sesungguhnya engkau hidup di zaman yang para shahabat nabi shalallahu ‘alayhi wasallam berlindung agar tidak menemui zaman itu. Padahal mereka memiliki ilmu yang tidak kita miliki dan mereka memiliki kekokohan yang tidak kita miliki. Maka bagaimana ketika kita mendapati zaman ini dengan sedikitnya ilmu kita, sedikitnya kesabaran kita, sedikitnya penolong dalam kebaikan, rusaknya manusia, dan kotoran dunia?
Continue reading

Masuk Islam Karena Mendengarkan Khutbah al Hajah

Kisah ini disebutkan Imam Al Baihaqqi dalam kitaab Shohihu shirah dan di shahihkan oleh Syaik Al Albani rahimahullah, tentang Keislaman Dimaad, pemuda dari suku Azad Syanuu’ah.
Ia pergi meninggalkan negerinya dan mendatangi Mekkah. Saat itu Nabi masih diawal awal dakwah. Saat ia di Mekkah ia mendengar orang bodoh Mekkah mencela Nabi Muhammad shalallahu ‘alayhi wasallam, ”Sesungguhnya Muhammad itu orang gila”. Dimaad adalah seorang yang memiliki kemampuan meruqyah, mengobati guna guna, santet, dan semacamnya. (Bayangkanlah, seorang musyrik punya keahlian seperti ini?!)
Ketika mendengar ucapan ucapan orang orang mekkah ini, Dimaad berkata, “Aina hu? La ‘alallahu ay Yasyfiyahu ay yadayya.. ” Mana dia (Nabi Muhammad shallahu ‘alayhi wasallam)? Semoga Allah menyembuhkannya dari kedua tanganku”

Continue reading