Hukum Menyeru Kepada Hal Yang Kita Sendiri Belum Mampu Melaksanakannya

Sering kali kita berada dalam keadaan kita mesti menyerukan sesuatu yang kita sendiri belum bisa melaksanakannya.

Menyerukan saudara kita untuk menikah namun karena alasan tertentu kita sendiri belum mampu melaksanakannya; menyerukan untuk tidak bersafar tanpa mahram namun kita sendiri tidak bisa berbuat apa apa jika orang tua meminta kita pulang menyeberang pulau naik pesawat sendirian. Sebenarnya, apa hukumnya berbuat demikian?

Syaikh Al Utsaimin ditanya,
Jika seorang dai menyerukan sesuatu yang ia sendiri belum bisa melaksanakannya setelah mengusahakannya, namun ia menganggap bahwa orang yang diserunya mampu melaksanakannya, apa boleh ia menyerukannya?

Jawaban beliau:
Jika seseorang dai bisa menyeru kepada kebaikan namun ia sendiri belum bisa melaksanakannnya, maka hendaknya ia menyeru orang lain untuk melaksanakannya. Karena itu, jika ada seseorang melaksanakan shalat malam namun ia sendiri belum mampu melaksanakannya, maka jangan anda katakan, “jika engkau tidak bisa, jangan menyeru orang lain untuk shalat malam.” Atau, seseorang yang menyeru untuk bersedekah tapi ia tidak punya harta untuk disedekahkan, hendaknya kita katakan, “Serukanlah…” Adapun orang yang menyerukan sesuatu dan ia mampu untuk melakukannya tapi tidak mau melakukannya berarti itu kedunguan akalnya dan kesesatannya dalam beragama.”

Fatwa Fatwa Terkini Jilid 2 bab DAKWAH, MENYERU MANUSIA KE JALAN ALLAH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s