Gadis Libanon Itu Akhirnya Menemukan Jalan ‘Tuk Kembali

Kisah seorang gadis Libanon yang pada usia 10 tahun pindah ke Australia. Sarah, namanya. Sejak itu juga, dia jauhhhhh sekali dari agamanya, Islam. Kedua orang tuanya bercerai, dan masing-masing menikah lagi.

Tidak ada yang Sarah ketahui tentang ajaran Islam, selain kenyataan bahwa dirinya adalah seorang muslimah.

Sarah sendirian di Australia.

“Pagi, kuliah; sore, bekerja di bar,” katanya.

Sarah punya pacar, dan … tidak tersisa lagi hal yang haram yang belum pernah dilakukannya. Ya, semua jenis keharaman sudah dilakukannya, tanpa rasa malu.

Sarah cantik sekali, dan dia menang dalam sebuah kontes kecantikan. Dia juga menjadi model majalah.

Suatu hari, Sarah berkunjung ke tempat orang-orang Libanon yang juga tinggal di Australia.  Kebetulan, saat itu, televisi sedang menyiarkan episode Ramadan yang membicarakan tentang masalah kesopanan.

Sarah merasa tertarik dan langsung mengunjungi situs internet yang disebutkan dalam acara televisi tersebut. Ia merasa, acara televisi saat itu benar-benar ditujukan untuknya.

Dia langsung mengirim email ke situs itu, untuk bertanya,

“Apakah mungkin Allah akan mengampuni saya?”

Tidak peduli berapa pun besar kadar iman seseorang, manusia itu sebenarnya akan selalu membutuhkan Allah. Panggilan inilah yang membuatnya merasa menyesal dan ingin bertobat. Tentu saja, Allah akan mengampuninya jika ia bertobat.

“Katakanlah, wahai para hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka sendiri, janganlah kalian putus asa terhadap rahmat dari Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni seluruh dosa. Sungguh, Dialah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar:53)

Dua hari kemudian, Sarah mengontak pemilik situs tersebut. Ia berkata,

“Aku sudah bertobat, dan aku juga sudah meninggalkan pacarku serta berjanji tidak akan menemuinya lagi.”

Dua hari berikutnya, ia mengatakan,

“Aku ingin belajar shalat ….”

“Aku ingin rekaman Alquran.”

Seminggu kemudian, Sarah kembali mengirim email dan mengabarkan bahwa ia telah melepaskan gelar “Ratu Kecantikan”–atau sejenisnya– yang disandangnya dahulu di kota tesebut.

Yang paling membahagiakan adalah,

“Aku sudah memakai hijab,” katanya.

Dua hari setelah berhijab, tiba tiba, Sarah merasakan sakit yang amat sangat pada kepalanya. Ia pergi ke dokter untuk memeriksakannya. Ternyata, Sarah terkena kanker otak dan menurut perkiraan dokter, hidupnya tidak akan lama lagi. Dia pun menjalani operasi.

“Dengan kemungkinan keberhasilan operasi sekitar 20%,” kata dokter.

Sarah berkata dalam emailnya kepada pemilik situs tersebut,

“Aku senang akan bertemu Allah. Aku bahagia bahwa aku bertobat sebelum mengetahui bahwa aku sakit. Aku tidak tahu apakah ibu dan ayahku tahu kondisiku. Jika aku masih hidup, aku akan membantu situsmu ini, karena situs ini yang membuka mataku tentang Islam.”

Diriwayatkan Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa yang senang berjumpa dengan Allah maka Allah pun senang berjumpa dengannya, dan barang siapa yang benci berjumpa dengan Allah maka Allah pun benci  berjumpa dengannya.’ Lalu, aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kalau masalah benci kepada kematian, setiap kita tentu membenci kematian.’ Beliau bersabda, ‘Bukan begitu. Akan tetapi, seorang mukmin, apabila telah diberi kabar gembira dengan rahmat dan keridhaan Allah maka ia senang berjumpa dengan Allah dan Allah pun senang berjumpa dengannya. Dan sesungguhnya, orang kafir, apabila ia telah diberi kabar dengan siksaan dan murka Allah maka ia benci berjumpa dengan Allah dan Allah pun benci berjumpa dengannya.’” (HR. Al-Bukhari, no. 6026, dan Muslim, no. 2684)

Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un. Sesungguhnya, kita ini milik Allah, dan kita akan kembali kepada-Nya ….

Semoga Allah merahmati Sarah yang meninggal di usia 22 tahun. Sarah pun dikubur di pemakaman muslim di New Zealand. Sebelum ia meninggal, ia menulis surat,

“Aku hidup begitu jauh dari Tuhanku selama 22 tahun. Namun, aku kembali kepadanya sejak tiga minggu yang lalu. Aku tidak tahu jumlah muslim di forum dunia maya ini, tetapi aku memintamu untuk mendoakanku, agar Allah merahmatiku dan mengampuniku. Doakan juga ibuku, karena dia tidak tahu apa-apa tentangku,” Sarah.

“Sungguh, setiap amalan itu dinilai berdasarkan keadaan akhirnya.” (HR. Al-Bukhari, no. 6012)

One thought on “Gadis Libanon Itu Akhirnya Menemukan Jalan ‘Tuk Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s