Fa’il (فاعل) = Pelaku? Tinjauan Secara Bahasa Vs Secara Istilah Nahwu

بسم الله

Sore ini, setelah ujian bab Fa’il dan Naib Faail sekali lagi Ustadzah Umm Hudzaifah -حفظها الله- menekankan tentang pengertian (تعريف) Fa’il (فاعل) secara bahasa (لغة) dan secara istilah nahwu (اصطلاحا) yang ternyata separuh diantara akhwat masih belum paham.

Dulu, ketika belajar kitab muyassar di Jogja hingga beberapa hari yang lalu, yang saya tahu Fail adalah pelaku. Itu saja. Tapi ternyata bingung juga ketika didalam suatu kalimat harus muter muter mencari cari mana pelakunya. Bagaimana dalam kalimat itu ternyata tidak ada yang bisa dikatakan sebagai pelaku?

Misalnya pada kalimat : {مَاتَ أَبُوْهُ} (Telah Meninggal Bapaknya) Maka di kalimat diatas, rasanya ‘rancu’ kalau ‘Bapaknya’  dikatakan sebagai pelaku. Pelaku apa?

Misalnya lagi pada salah satu firman Allah subhanahu wa ta’aala {إذَا جَــآء نَصْرُ اللهِ وَ الفَتْح} (Apabila telah datang pertolongan Allah) Maka kalimat diatas pelakunya siapa? seharusnya pelakunya adalah Allah ta’ala. Tapi disitu lafdz jalaalah Allah kedudukannya majruur sebagai mudhaf Ilayh. Tapi ternyata ‘pelaku’ dalam potongan ayat tersebut adalah ‘pertolongan’ {النصر}.

Maka penjelasannya :

الفَاعل

تَعْرِيفُهُ :

لغـــة       :        هُوَ مَنْ أوجَدَ الفِعْلَ

واصطلاحا :         هُوَ الاسمُ المَرفُوع المَذكُور قَبْلَهُ فِعلُهُ

Fail

Secara bahasa                :   Yang melakukan suatu pekerjaan

Secara istilah (nahwu)  :   Isim marfu’yang disebutkan sebelumnya fiilnya.

Mari kita lihat contoh-contoh berikut biar lebih jelas :

1. قَامَ زَيدٌ (Zaid telah Berdiri);

Kalimat ini, secara bahasa maupun secara istilah nahwu, fail (pelaku) nya adalah Zaid. Namun bagaimana jika dibalik,

 زَيدٌ قَامَ (Zaid telah berdiri);

Maka, secara bahasa, fail (pelaku) adalah Zaid. Namun secara istilah nahwu, maka pelakunya adalah (ضمير مستتر تقدره هو) dhomir mustatir taqdiruhu huwa dan Zaid disitu kedudukannya sebagai (مبتد) Mubtada. Lalu bagaimana jika kalimatnya seperti ini:

مَا قَامَ زَيدٌ (Zaid tidak berdiri)

Secara bahasa, jelas, Zaid bukan pelaku; karena Zaid tidak melakukannya. Namun secara istilah nahwu, failnya tetaplah Zaid, karena ia isim marfu’ yang disebutkan setelahnya fiil.

2.  إنَّ زَيدًا قَائِمٌ (Sesungguhnya Zaid telah Berdiri)

Secara bahasa, Zaid adalah fail (pelaku). Namun secara istilah nahwu, Zaid disitu memiliki kedudukan manshuub sebagai اسم إنًّ (Isim inna) dan bukan sebagai fail.

3. طَلَعَتْ الشَمسُ (Telah terbit Matahari)

Secara bahasa, pelaku dari perbuatan diatas adalah Allah, yang Maha Berkuasa untuk menerbitkan matahari dari timur. Namun secara istilah nahwu, maka fail pada kalimat diatas adalah الشمس Matahari, karena sesuai pengertiannya, isim marfu yang terletak setelah disebutkan fiilnya.

4. حَسُنَ وَجْهُهُ (Telah membaguskan wajahnya)

Secara bahasa, pelaku dari perbuatan diatas tidak diketahui kan?!. Namun secara istilah nahwu, maka failnya adalah وَجهُ (wajah).

Satu lagi…

5.  زَيدٌ يَضْرِبُ عَلِيًا (Zaid memukul Ali)

Secara bahasa, maka pelakunya adalah Ali. Namun secara istilah nahwu, Zaid disitu kedudukannya sebagai Mubtada. Sedangkan Failnya, adalah ضمير مستتر تقدره هو dhomir mustatir taqdiruhu huwa.

Jadi, tidak usah bingung bingung mencari failnya ketika mengi’rob. Pokoknya asal ada isim marfu yang telah disebutkan sebelumnya fiilnya maka itulah failnya. Kalau tidak ada, atau isim marfu‘nya telah disebutkan di awal, maka ia adalah Mubtada dan failnya (jika tidak ada dhomir muttasil yang berkedudukan sebagai fail) dhomir mustatir.

Selanjutnya mungkin ada penjelasan lebih lanjut tentang fail yang dapat berupa isim dhohir atau berupa dhomir. Tapi saya cukupkan ‘nyalin catatan’ nya sampai sini saja.

عسى أن ينفعنا

Semoga yang sedikit ini bermanfaat

============================================================

Rujukan : الممتع – في شرح الاروميّة – مقبل بن هادى الوادعي ditambah faidah faidah catatan dari Ustadzah Umm Hudzaifah ~ Samarinda

5 thoughts on “Fa’il (فاعل) = Pelaku? Tinjauan Secara Bahasa Vs Secara Istilah Nahwu

  1. Kalau ta’rifnya ala Muyassar yah no wonder sih de…kalau cuman “pelaku” aja. Namanya juga masih buat pembelajaran duasar sudasar. Adapun ta’rif fa’il yang lebih mencakup dan kompleks -setidaknya menurut ana, dan ini belum dikoreksi lagi sama tentor pribadi ana…karena si doski lagi pergi sampe larut malam ntar Insya Allah- meliputi:
    1. Ism marfu’ yang disandarkan pada fi’il ma’lum yang sempurna atau syibh fi’l ma’lum, terletak setelah fi’il ma’lum/syibh fi’il tersebut [baik secara langsung atau tidak]
    2. – Menunjukkan pelaku perbuatan
    – atau fi’il itu terjadi padanya [jadi bukan pelaku pekerjaan itu yang aktif berbuat, which means kalau pelaku yang mafhuumnya dia yang aktif, dia yang mengerjakan…tapi bisa jadi dia tidak “mengerjakan”, namun fi’il itu terjadi padanya. Gampangnya kalimat “مات سعد”
    – atau sesuatu yang bisa disifati sebagai pelaku kerja ==> karena terkadang, ada kata kerja yang fa’ilnya itu bukan dalam bentuk pelaku pekerjaan…tapi cuman sesuatu yang bisa disifati [menggantikan posisi] sebagai pelaku perbuatan aja

    =======================================
    tentang terjemah:
    kalau mau letterlijk, sepertinya lebih baik begini, “Secara istilah (nahwu) : Isim marfu’yang fiilnya disebutkan sebelum fa’il tersebut [atau bisa juga dengan kata *sebelumnya*, cuman ntar kalau ketemu pembaca yang gak gitu ngedong…mungkin pembacanya bingung partikel *nya* itu refers to ke mana aja yah]…tapi kalau mau lebih luwes lagi, terjemahin secara pemahaman juga gak masalah. Jadinya “ism marfu’ yang disebutkan setelah fi’il”

  2. Pingback: Fa’il (فاعل) = Pelaku? Tinjauan Secara Bahasa Vs Secara Istilah Nahwu | almahad

  3. Kalau pendekatannya menggunakan bahasa Indonesia ya tentu tidak akan sesuai jika fail dikategorikan pelaku, sebab setiap bahasa tidak benar-benar memiliki kaidah dan struktur yang sama, terlebih bahasa Arab yang memiliki keragaman struktur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s