Membedakan ‘Hal’ (الحال) dalam Bentuk Jumlah dan ‘Na’at’ (النعت) Dalam Bentuk Jumlah

Hal, adalah diantara jenis isim manshub, yang menjelaskan keadaan (hal) dari shohibul-hal-nya. Isim ini WAJIB manshub dan NAKIROH. Adapun Na’at adalah diantara isim Taabi’ yang I’robnya mengikuti Matbu’. Jadi Na’at, bisa saja marfu’, atau manshub atau majruur. Dalam hal nakiroh dan ma’rifat nya pun, na’at mengikuti man’ut nya. Hal dan na’at, seperti juga khobarnya mubtada […]

Isim Nakiroh dan Isim Ma’rifat dan Beberapa Faidahnya Dalam AlQur’an

Bismillah Dalam bahasa arab, ada istilah isim nakiroh dan isim ma’rifat istilah baru yang tidak ada padanannya dalam Bahasa Indonesia. Jadi, istilah ini sesuatu yang ‘baru’ bagi kita yang baru belajar bahasa arab. Seberapa penting memahami nakiroh dan ma’rifat ? Penting sekali karena dari keduanyalah selanjutnya akan dibentuk hal – shohibul hal, na’at – man’ut […]

Perbedaan Penulisan Kata ‘Umar’ dan ‘Amru’ Dalam Bahasa Arab

Bismillah.. Kalau dalam kitab tak berharokat, (dan kebanyakan kitab itu tidak berharokat) terkadang bingung cara membacanya khususnya jika berupa isim alam (nama). Misalnya yang satu ini, Umar dan Amru. Barangkali sebagian sudah tahu, perbedaannya adalah dengan menambahkan huruf ‘و’ dibelakang nama ‘Amru’  TAPIIIII itu hanya pada kondisi Marfu‘ dan Majruur. Adapun dalam kondisi Manshuub, nama […]

Berbahasa Fushah | Fasih Berbahasa Arab

Nyalin Bismillah.. Seperti yang sudah kita tahu, bahasa arab itu ada dua macam, bahasa fushah dan bahasa ‘aamiyah (bahasa ‘pasar/gaul). Bahasa ‘aamiyah adalah bahasa ‘pasar’ atau bahasa gaul yang berbeda beda di tiap negara arab. Bahasa arab satu ini akan terus berkembang, dan berkembang. Misalnya jika dikatakan “..igrii..” maka orang-orang di Sudan akan mengambil buku […]

Jawaami’ul Kalim جَوَامِعِ الْكَلمِ

Bismillah… Sering kita dengar bahwa sifat perkataan Rasulullah صلى الله عليه و سلم adalah Jawaami’ul Kalim, yakni pada perkataannya yang singkat telah terhimpun makna yang luas dan mendalam. Tetapi, apa sebenarnya maksud dari jawaami’ul kalim tersebut? Mengapa beliau sampai disifati demikian? Apa hikmah dibalik itu? *** Berkata penyair: لكلّ زمان مضى آية      و آية هذا  […]

..Karena Cantikmu Sudah Sempurna

Berkata penyair: و ما الحليُّ إلاَّ زينةٌ من نقيصة      يتممُ من حسنٍ إذا الحسنُ قصرَ و أماَّ إذا كَانَ الجمال موفَّرا      كَحسنكِ لم يَحتاج إلى أن يُوَفَّرا   Tidaklah perhiasan itu melainkan hiasan dari sesuatu yang kurang Menyempurnakan kecantikan jika kecantikan itu kurang Adapun jika kecantikan itu telah sempurna, Sebagaimana cantikmu, […]