Bahasa Arab Itu Mudah: HANYA Ada 3 Jenis Kata

Bismillah..

KATA (atau al-kalimah الكلمة dalam bahasa arab) di dalam bahasa arab hanya ada 3 cluster besar: [1] Isim, [2] Fi’il dan [3] huruf.

Perbandingan antara isim (kuning) fiil (merah) dan huruf (hijau)

Perbandingan antara isim (kuning) fiil (merah) dan huruf (hijau)

Jadi, jika kita melihat kitab berbahasa arab full dan tampak mengerikan, sebenarnya dia hanya terdiri dari 3 jenis kata ini saja.

Al-Kalimah (kata) adalah lafaz yang mempunyai makna.

[1] Isim (اسْمٌ) adalah Kata yang menunjukkan atas suatu makna, yang tidak terikat dengan waktu.

[2] Fiil (فِعْلٌ) adalah Kata yang menunjukkan atas suatu makna, dimana kata tersebut terikat dengan waktu.

[3] Huruf (حَرْفٌ) adalah Kata yang tidak mempunyai makna yang sempurna kecuali setelah bersambung dengan kata yang lain (isim/fiil).

—————————————————————

Saya pernah dapat dari ustadzah di mahad, definisi yang lebih sederhana dan lebih mudah untuk diingat.

[1]. Huruf (حَرْفٌ) adalah kata yang maknanya tidak sempurna kecuali setelah bersambung dengan kata yang lain (isim/fiil).

[2]. Fiil (فِعْلٌ) adalah kata kerja. dan

[3]. Isim (اسْمٌ) adalah kata apa saja selain dari huruf dan kata kerja. Termasuk kata sifat, kata benda, kata tanya, kata hubung, kata ganti, nama orang, keterangan tempat, keterangan waktu, dan seterusnya.

***

Tanda tanda Isim, Fiil dan huruf

Tanda-tanda Isim :

Al Khofdu (berharokat kasrah) Misal:   بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  | Dan pada asalnya yang berharokat kasrah HANYA isim;

At-tanwiin (bertanwin) Misal: رَجُلٌ – كِتَابٌ – قَلَمٌ | HANYA isim yang bertanwin; fiil & huruf tidak bertanwin

Alif wa lam (ber- alif-lam -ال- ) |Fiil dan Huruf tidak ber alif-lam

Huruuful jarr (diawali huruf jar) | dan Huruf jarr hanya masuk pada isim yang selanjutnya menyebabkan isim tersebut majruur/makhfuudh.

Diantara huruf-huruf jar adalah:

مِنْ , إِلىَ , عَنْ , عَلىَ , فِى , رُبَّ , بِ , كَ , لِ

Huruf nidaa’ (terletak setelah huruf nidaa/panggilan) Misal: Yaa Faathimah يا فاطمة

Tanda-tanda Fiil:

Qod (terletak setelah qod قد ) 

Misal: {قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا} | “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya,” | Surat ke 58 ayat 1; Maka setelah Qod pasti fiil

Sin  (diawali huruf sin)

Misal: {وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا } |”Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya;“| Surat An-Nisaa [4] ayat 56; Maka yang diawali huruf sin seperti kata sa-nadkhulu adalah fiil.

Saufa (terletak setelah kata saufa سَوْفَ)

Misalnya {إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَاراً} |“kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka.” | Surat An-Nisaa [4]: 56; Maka setelah kata saufa pasti fiil

Ta’ ta’niits sakiinah (menempel padanya ta’ yang menunjukkan bahwa pelakunya adalah muannats)

Misalnya: {وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا} | “Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu”| Surat Yusuf [12]: 24 ; Maka Hammath itu pasti fiil

Bersambung dengan ta’ fail.

Misalnya: هَلْ كَتَبْتَ الدَرْسَ؟ |Apakah kamu telah menulis pelajaran?| Katab-ta asalnya fiil kataba, namun masuk setelahnya ta’ faail. Maka Kataba adalah fiil. Isim dan huruf tak mungkin dimasuki oleh ta’ fail.

Diawali huruf Mudhoro’ah. Yaitu huruf huruf yang mengawali fiil mudhori. Huruf2nya adalah (أ, نَـ , يَــ, تَــ)

Misalnya: أَذْهَبُ إلَى المَعْهَد |Aku pergi ke ma’had|Maka Adzhabu adalah fiil karena ia diawali oleh salah satu huruf mudhoro-ah.

Bersambung dengan Nun Taukid yaitu nun yang menunjukkan penekanan (taukid).

Misalnya: {وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ} |”dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam“| Surat Ali Imron: 102; tamuutunna itu bersambung dengan nun taukid maka dia adalah fiil.

diawai “إذْ”. Yaitu huruf yang biasanya masuk pada fiil madhi.

Misalnya: {إِذْ رَأَى نَاراً} |”Ketika ia melihat api..”| Surat Thaha [20]:10; Maka ro-aa (رَأَى) adalah fiil karena  ia di awali oleh huruf idz (إِذْ).

Tanda- tanda huruf

Huruf, tidak memiliki tanda tanda khusus..

***

taqsiimTips, mencari mana fiil, isim dan huruf dalam sebuah jumlah bahasa arab yaitu menentukan Isim terlebuh dahulu karena tanda tanda isim itu PASTI muncul.

————————————————————

Semoga murojaah yang sedikiiiiiiit ini bermanfaat

Diselesaikan 26 Ramadhan 1434

Samarinda

—————————————————————–

Sumber2:

Muyassar fii ilmin Nahwi

– Catatan murajaah muyassar bareng di Wisma Akhwat Roudhotul ‘Ilmi  th 2010 bersama Ummu Umar حفظها الله

2 thoughts on “Bahasa Arab Itu Mudah: HANYA Ada 3 Jenis Kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s