Sebagian Masdar pada Fiil Tsulsatsi | بعض المصادر في فعل الثلاثي

Bismillah…

Masdar pada fiil tsulaatsii tidak memiliki wazan khusus. Untuk mengetahuinya, kita perlu banyak banyak membaca buku tentang bahasa arab, buka kamus, atau sima`i (mendengar langsung dari orang arab). Tapi ada beberapa masdar fiil tsulatsi berada diatas wazan yang sama dan setiap wazannya tersebut memiliki maksud dan tujuan tertentu.

g3846Diantara masdar-masdar itu adalah:

1. Masdar dengan wazan فِعَالَةً menunjukkan tentang fiil (pekerjaan) yang membutuhkan kemahiran atau keterampilan. Misalnya :

قِرَاءَةً dari fiil قَرَءَ

كِتَابَةً dari fiil كَتَبَ

زِرَاعَةً dari fiil زَرَعَ

– Masdar ini juga berlaku untuk fiil-fiil yang menunjukkan atas ‘wilayah’/daerah kekuasaan seperti masdar وِلَايَة, رِئَاسَة, خِلَافَة, إِمَارَة, عِمَادَة

2. Masdar dengan wazan فَعْلَان menunjukkan pergerakan atau getaran. Misalnya:

فَيَضَان dari fiil فَاضَ

خَفَقَان dari fiil خَفَقَ

سَيَلَان dari fiil سَالَ

3. Masdar dengan wazan فَعْلٌ adalah wazan khusus untuk fiil muta’addi* . Misalnya:

ضَرْبٌ dari fiil ضَرَبَ

سَبْقٌ dari fiil سَبَقَ

أكْلٌ  dari fiil أَكَلَ

فَهْمٌ dari fiil فَهِمَ

4. Masdar dengan wazan فُعَوْلٌ adalah wazan untuk fiil-fiil yang ‘ain fiilnya shahih (لازم صحيح العين) Misalnya:

قُعُوْد dari fiil قَعَدَ

جُلُوْس dari fiil جَلَسَ

نُهُوْض dari fiil نَهَضَ

5. Masdar dengan wazan فَعَلٌ adalah masdar untuk fiil-fiil dengan wazan  فَعِلَ. Misal:

غَضَبٌ dari fiil غَضِبَ

تَعَبٌ dari fiil تَعِبَ

أَسَفَ dari fiil أَسِفَ

Wazan masdar ini dikecualikan untuk masdar yang berarti warna. Misalnya (حَمِرَ) maka masdarnya bukan dengan wazan (فَعَلٌ) tapi masdarnya adalah حُمْرَة

Catatan; 

Pada fiil qoro-a – yaqro`u – qiroo`atan (قرأ – يقرؤ – قراءة), ada dua hal; Pertama, bahwa ia adalah fiil muta`addi* dan fiil muta`addi memiliki shigoh  fa`lun (فَعْلٌ) seperti misalnya fiil kasaro (كسر) yang memiliki masdar kasron ()| Kedua, bahwa fiil qoro-a – yaqro`u (قرأ – يقرؤ) adalah fiil yang menunjukkan atas kemahiran tertentu (membaca perlu kemahiran/keterampilan) dan fiil-fiil yang menunjukkan kemahiran/keterampilan itu memiliki shigoh/bentuk masاdar fi`aalatan (فِعَالَةً). Oleh karena itu, kita menggunakan bentuk wazan fi’aalatan (bukan fa’lan -pent) sebagai mashdar dari fi’il qoro-a , karena wazan fi’aalatan tersebut merupakan bentuk yang lebih didahulukan/diutamakan (daripada wazan dengan bentuk fa’lan, sehingga mashdar dari fi’il qara’a mengikuti wazan fi’aalatan…bukan fa’lan -pent)

—————————————————————————————–

*Fiil Mutaaddi adalah fiil yang membutuhkan maf’ul bihi -objek-. Misalnya:

–  Ali membaca buku| قَرَأَ عَلِيٌ كِتَابًا

– Fathimah menulis pelajaran | كَتَبَتْ فَاطِمَةُ الدَرْسَ

Salah satu ciri ciri fiil yang bersifat mutaaddi ini adalah pekerjaan yang dilakukan sebagian tubuh saja. Qoro’a (قَرَاَ) –membaca– dilakukan oleh sebagian anggota tubuh saja yaitu mata dan tangan. Begitu juga dengan kataba (كتب) –menulis- dilakukan dengan tangan saja.

Lawan dari fiil mutaaddi adalah fiil lazim, yaitu Fiil yang tidak membutuhkan maf’ul bihi -objek-.

Misalnya:

– Ahmad tidur di malam hari – نَامَ أحمدُ في الليل

-Ayahku pergi ke rumah sakit -ذَهَبَ أبي إلى المستشفَى

Kebalikan dari fiil mutaadi, fiil lazim memiliki ciri-ciri berupa pekerjaan yang jika dikerjakan, maka seluruh tubuh ikut bekerja. Naama (نام) –tidur– dikerjakan oleh seluruh tubuh. Begitu juga Dzahaba (ذهب) –pergi-. Fiil jenis ini tidak memerlukan objek.

——————————————————————

Dimurojaah oleh Ummu Yazid Fa

Sumber-sumber;

ShorfSilsilah talimiyyah al-lughoh al-arobiyyah – Mustawaa Raabi` hal 34 – 35 | Download atau baca Online disini 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s