Nama-nama dari Isim Fa’il Tsulasi Maziid Para Khalifah ‘Abbasiyyah

prolog:

Daulah ‘Abbasiyyah

Daulah (atau bisa disebut negara) ‘Abbasiyyah adalah sebuah masa pemerintahan Islam setelah Daulah Umawiyah. Rentang waktunya belum begitu jauh dari masa kerasulan dan khulafaa’ur rasyidiinDaulah ‘Abbasiyyah adalah daulah yang paling lama bertahan dibandingkan daulah yang lain yaitu kira-kira 508 tahun. Daulah ini bermula sejak 136 Hijriyah (754 Masehi atau 750 Masehi menurut sumber lain) hingga 656 Hijriyyah (1258 Masehi).

Secara skematis kira-kira seperti ini:

skema masa daulah abbasiyah

Ket: (Zaman sebelum datangnya Islam – Zaman kerasulan – Zaman Khulafaa’ur Rasyidiin – Daulah Umawiyah – Daulah ‘Abbasiyyah)

Yang terkenal dari daulah ini adalah khalifah Harun ar-Rasyid, Abu Ja’far al manshur, puncak kegemilangan ilmu ilmu Islam seperti Ilmu Nahwu dan balaghoh, ilmu Hadits karena ada Imam Bukhari rahimahullah, hingga ilmu kedokteran, kimia, matematika sampai ilmu falaq juga diperhatikan. Dimasa ini juga muncul mahzab-mahzab fiqh. Ada juga masa-masa terjadinya perang salib, masuknya ilmu kalam/filsafat lalu fitnah qaramithah dan fitnah terhadap Imam Ahmad bin Hanbal tentang ‘Alqur’an adalah makhluk‘ juga terjadi pada masa ini. Daulah ini berakhir salah satunya karena pengkhianatan salah seorang menteri yang dekat dengan khalifah, seorang rafhidi yang sangat kental, Ibnu Alqami yang bekerja sama dengan pasukan Mongol dan loyalitasnya kepada mereka. Lebih lengkapnya, silakan baca buku-buku sejarah Islam.

Nah, ada yang menarik dari masa kedaulahan yang satu ini, yaitu nama-nama para khalifahnya yang unik. Ketika pertengahan masa daulah hingga akhir daulah sebagian besarnya berupa isim fail dari tsulatsi maziid. Apa pula itu isim fail dari tsulatsi maziid? Sekalian murajaah bareng..

Apakah Isim Faa’il itu?

Isim Faa’il adalah isim musytaq yang memiliki wazan/pola tertentu dan bermakna pelaku. Istilah isim Faa’il biasanya akan kita temukan dalam ilmu shorof. Contoh isim faail yang sering kita temui misalnya: Kaafirun (كَافِرٌ) -orang kafir-, Haafidzun (حَافِظٌ) -Orang yang menjaga-, Muslimun (مُسْلِمٌ) -orang Islam-, Mu’minun (مُؤْمِنٌ) -orang beriman-, Musaafirun (مُسَافِرٌ) -orang yang safar-, Mujaahidun (مُجَاهِدٌ) -orang yang berjihad-, dan lain lain. (Silakan baca artikel yang berjudul ‘Perbedaan Fa’il dan Isim Fa’il)

Lalu,

Apa itu Tsulasi Maziid?

Tsulatsi maziid adalah suatu bab dalam tabel ilmu shorof yang mengalami tambahan huruf dari asal katanya. Misalnya Istagfaro yang mengalami penambahan huruf dari gho-fa-ro. Lebih jelasnya lihat gambar berikut:

tsulasi mazid + isim fail

Ket: kolom yang berwarna abu-abu itu kolom isim fail, dan bagian yang berwarna kebiruan itu bagian tsulatsi maziid.

Nama-nama Khalifah Daulah ‘Abbasiyyah berupa isim fail tsulatsi maziid

Sejak 218 Hijriyyah, nama-nama khaifah daulah ‘abbasiyyah mendadak hampir sebagian besarnya berupa isim fail dari tsulatsi maziid. Nama-namanya adalah sebagai berikut:

Al-Mu’tashim Billah (218-227 H)

berasal dari fiil I’tashoma (اعْتَصَمَ – يَعْتَصِمُ – اعْتِصَامًا – مُعْتَصِمٌ – مُعْتَصَمٌ) – ya’tashimu – I’tishooman – Mu’tashimun – Muntashomun yang artinya berpegang teguh.

Harun Al-Watsiiq billah (227- 232 H) anak dari Al-Mu’tashim billah

Al- Mutawakkil  (232-247 H)

dari fiil tawakkala – yatawakkalu – tawakkulan – mutawakkilun – mutawakkalun – tawakkal – Laa tatawakkal 

artinya : yang bertawakkal (kepada Allah)

Al- Mustanshir Billah Muhammad bin Al-Mutawakkil (247 – 248 H)

dari fiil istanshoro – yastanshiru -istinshoron – mustanshirun – mustanshorun – istanshi – laa tastanshir 

artinya : Yang dimenangkan oleh Allah

Al- Musta’in Billah, Ahmad bin Al-Mu’tashim bin Ar- Rasyid (248 – 252 H)

dari fiil : ista’ana – yasta’iinu – isti’aanan – musta’iinun – musta’aanun – ista’in ! – Laa tasta’in !

artinya : yang memohon pertolongan (kepada Allah)

Al- Mu’tiz Billah Muhammad bin Al-Mutawakkil (252 – 255 H)

Al-Muhtadi Billah (255-256 H)

dari fiil : ihtadaa – yahtadii – ihtidaa-an – muhtadii – muhtadaa – 

artinya : yang diberi petunjuk (oleh Allah)

Al-Mu’tamid ‘Alallah Ahmad bin Al-Mutawakkil (256-279 H)

dari fiil : i’tamada – ya’tamidu – i’timaadan – mu’tamidun – mu’tamadun – i’tamid – Laa ta’tamid

maknanya : yang bergantung (kepada Allah)

Al-Mu’tadhid Billah bin Al-Muwaffaq Thalhah bin AL Mutawakkil (279-289)

Al-Muktafhi Billah ‘Ali bin al-Mu’tadhid (289-295 H)

dari fiil :  ikhtafaa – yakhtafii – ikhtifaa-an – mukhtafii -mukhtafaa 

artinya : yang dicukupkan (oleh Allah)

Al- Muqtadir Billah Ishaq bin Al-Mutadhid (295-320 H)

dari fiil iqtadaro – yaqtadiru – iqtidaaron – muqtadirun -muqtadarun 

artinya : yang ditaqdirkan oleh Allah

Al-Qahir bin Muhammad bin l-Mu’tadhid (320-322 H)

Ar- Radhi Billah Muhammad bin al-Muqtadir (322-328 H)

Al-Muttaqi Lillah Ibrahim bin Al-Muqtadir (328-333 H)

dari fiil  : ittaqoo -yattaqii -ittiqoo-an – muttaqi-un – muttaqo-un 

artinya : yang bertaqwa

Al-MustakfiBillah ‘Ali bin Al-Muktafi (333-334 H)

dari fiil :  istakhfa – yastakhfii -istikhfaa-an – mustakfii -mustakhfaa 

artinya : yang memohon kecukupan (kepada Allah)

Al-Muthi’ Lillah Al Fadhl bin Al Muqtadir (334-363 H)

darii fiil :  athoo-a – yuthii-u ithoo-an – muthii-un – muthoo-un 

artinya : yang diberi (oleh Allah)

Ath- Thai’ Lillah ‘Abdul Karim bin Al-Muthi’ (363-381 H)

AL-Qadir Billah Ahmad bin Al-Muqtadir (381-422 H)

Al- Qaim BiAmrillah ‘Abdullah bin Al-Qadir (422-467 H)

Al-Muqtadi Biamrillah ‘Abdullah bin Muhammad bin Al-Qaim (467-487 H)

AL-Mustazhhir Billah Ahmad bin Al-Muqtadi (487 – 512 H)

Al-Mustarsyid Billah Al-Fadhl bin Al-Mustazhhir (512-529 H)

Ar-Rasyid Billah Manshur bin Al-Mustarsyid (521 – 530 H)

Al-Muqtafi liAmrillah Muhammad bin Al-Mustazhhir (530 – 555 H)

Al-Mustanjid Billah Yusuf bin Al-Muqtafi (555-566 H)

Al-Mustadhi’ Biamrillah Al-Hasan bin Al-Mustanjid (566 – 575 H)

An- Nashir Lidiinilah Ahmad bin Al-Mustadhi’ (575 – 622 H)

Az-h Zhahir Biamrillah Muhammad bin An-Nashir (622-623 H)

AL-Mustanshir Billah Manshur bin Azh-Zhahir (623 – 640 H)

Al-Musta’shim Billah ‘Abdullah bin Al-Mustanshir (640-656 H) —> Berakhirnya ‘Abbasyyah di tangan pasukan Mongol.

—————————————————————

Sumber:

At-Taarikuhl Islaami. Buku Mahad AMCF atau I’dad lughowi. Download disini صور من التارخ الإسلمي

Daulah Abbasiyyah. (Terjemahan)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s