Beberapa Catatan Tentang Isim Mu’rob (Mulakhos Qawaa’idul Lughoh Al-arabiyyah Hal 108-110)

Bismillah….

Di akhir pembahasan tentang isim-isim mu’rob kami ingin menyebutkan beberapa catatan umum tentang isim mu’rob:

1. Jika datang dua isim, keduanya ma’rifat atau dua isim keduanya nakiroh maka isim yang kedua adalah sifat/na’at bagi isim yang pertama. Isim yang kedua akan selalu menjadi na’at bagi isim yang pertama. Misalnya :

جَاءَ الرَّجُلُ الفَاضِلُ رَأَيْتُ رَجُلًا فَاضِلًا – مَرَرْتُ بِرَجُلٍ فَاضِلٍ

2. Jika datang dua isim, isim yang pertama nakiroh dan isim yang kedua ma’rifat, maka isim yang kedua menjadi mudhof ilaih yang majrur. Misalnya :

أَخَذْتُ كِتَابَ الطَالِبِ

3. Jika datang dua isim dan isim yang pertama ma’rifat dan isim yang kedua nakiroh, dan belum disebutkan fiil sebelumnya, maka isim yang pertama adalah mubtada dan isim yang kedua adalah khobar. Misalnya:

العِلمُ نُوْرٌ

4. Seringkali perbedaan antara hal dan tamyiz tidak dipahami dengan cermat, karena keduanya sama-sama isim nakirah dan sama-sama manshub, hanya saja hal bisa diketahui karena hal pada biasanya berupa sifat nakirah yang menunjukkan kepada keadaan fa’il atau maf’ul bih ketika terjadinya fi’il. Misalnya :

شَرِبْتُ المَاءَ صَافِيًا

Aku minum air ketika air itu jernih.

صَافِيًا = الحَال

Adapun tamyiz, biasanya berupa isim zat yang mengandung makna مِنْ untuk menjelaskan keglobalan kata sebelumnya. Misal :

طَابَ مُحَمَّدٌ نَفْسًا

Muhammad bagus jiwanya.
(نَفْسًا: Tamyiz)

5. Asma-ul Khomsah yaitu : أب – أخ – حم – فو ذو

  • dan isim-isim tersebut rafa’ dengan tanda irob wawu (و) nashob dengan tanda i’rob alif (ا) dan majrur dengan tanda i’rob ya‘ (ي) dengan syarat : ia harus sebagai mudhof kepada selain ya’ mutakallim dan harus selalu dalam keadaan mufrod. Misalnya:

جَاءَ أَخُوكَ رَاَيْتُ أَبَاكَ مَرَرْتُ بِذِيْ مَالٍ

  • Jika isim-isim tersebut tidak menjadi mudhof maka ia di’irob dengan harakat yang tampak. Misalnya :

كُلُ عَرَبِيٍ اَخٌ لِجَمِيْعِ العَرَبِ

  • Jika isim-isim tersebut disandarkan kepada ya’ mutakallim maka ia dii’rob dengan muqaddaroh sebelum ya’ mutakallim. Misal :

أَبِيْ كَرِيْمٌ 

أب : mubtada marfu’ dengan dhommah muqoddaroh atas ya

الياء : dhomir muttashil mabni menempati kedudukan mudhof ilaih

كَرِيمٌ : khabar marfu’ dengan dhommah

  • Jika isim-isim yang lima tersebut dijadikan mutsanna atau jamak, maka dii’rob seperti i’robnya mutsanna dan jamak. Misal :

إِنَّ أَخَوَيْكَ ذَوَا فَضْلٍ

Sesungguhnya kedua saudara laki-lakimu itu memiliki kemuliaan

اجْتَمَعَ مَجَالِسُ الآبآءِ

Berikut ini adalah sebagian dari hal-hal yang diketahui tentang asma-ul khomsah:

  • أب : Asalnya (أَبَوٌ) dengan ba’ yang di fathah. Mutsannanya أَبَوَانِ danأَبَوَيْنِ , jama’nya آباءٌ . Lalu الأَبَوَانِ adalah ayah dan ibu. الأُبُوَّةُ Masdar dari الأب sebagaimana الأُمُوَّة . Selanjutnya يَا أبَتِ dan يَا أَبَتَ adalah dua dialek yang digunakan untuk seruan dan huruf ta’ menempati posisi ya’
  • أخ : Asalnya (أَخَوٌ) dengan huruf kha’ yang di fathah, mutsannanya أَخَوَانِ dan أَخَوَيْنِ, jama’nya آخَاء seperti آباء. Dijama’kan juga dengan إِخْوَان danإِخْوَة. Kebanyakan kata الإخْوَان digunakan untuk teman-teman dan kata الإخوة untuk saudara-saudara kandung.
  • حَم : Asalnya (حَمُوٌ) dengan mim fathah. Mutsannanya adalah حَمَوَانِ dan حَمَوَيْنِ. Jamaknya الحَمَاة. Adapun أحمَاءُ adalah ibu suami.
  • فُو: Asalnya (فَوَهٌ) ha’ nya dihapus. Mutsannanya adalah فَوَا dan فَوَيْ. jama’nya أَفوَاهٌ
  • ذُوْ: asalnya (ذَوَى). Maknanya ‘yang memiliki’ tidak diucapkan kecuali dimudhofkan kepada isim jenis (contohnya : ذُوْ مَالٍ) dan tidak bisa dimudhofkan kepada dhomir dan sifat. Muannatsnya ذَاتُ mutsannanya ذَوَا dan ذَوَيْ untuk mudzakkar, ذَوَاتا dan ذَوَاتَى untuk muannats. Jama’nya, untuk mudzakkar ذَوُوْ dan ذَوِيْ untuk muannats ذَوَاتُAdapun ذَاتَ يَومٍ dan ذَات مرةٍ dan ذَاتَ لَيلَةٍ adalah dzorof zaman manshub dengan fathah

_____________________________

Dari Mulakhos Qawaa’idul Lughoh Al ‘arobiyyah hal 108 – 110. Download pdfnya disini

dan sebagiannya nyontek terjemahan Ustadz Abu Ahmad Al-mutarjim di https://terjemahmulakhos.wordpress.com/

Cibitung, 13 Dzulhijjah 1440 | 14 Agustus 2019 menjelang ujian Nadwa tentang mulakhos hal 108-110. Apa itu Nadwa? Cuz ke 

Channel TG: t.me/nadwaabukunaiza

Channel Youtube: bit.ly/NadwaAbuKunaiza

IG : https://instagram.com/nadwaabukunaiza

Facebook FanPage: facebook.com/NadwaAbuKunaiza

Blog: majalengka-riyadh.blogspot.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s